AKSI PROTES TAMBANG UJUNG BAJI KEMBALI DI SUARAKAN OLEH PARA IBU RUMAH TANGGA. DENGAN MENDATANGI KANTOR DESA SAMBIL MEMBAKAR BAN BEKAS.

MHP. Takalar. Sekitar  jam 09. 15 Wita. Masyarakat Desa Ujung Baji Kecamatan Sanrobone, Kab. Takalar kembali berunjuk rasa memprotes aktifitas penambangan pasir yang selama ini terkesan kebal hukum dan sudah merusak berbagai fasilitas umum di daerah tersebut.( Kamis: 08-02-2018).

Aksi ini adalah aksi spontanitas dan di dominasi oleh ibu rumah tangga ini , di gelar di depan kantor Desa Ujung Baji, karena beberapa menit sebelum warga menuju kantor desa mereka berkesempatan  mengusir mobil eskalator di lokasi tambang tersebut.

Hasanuddin Serang yang merupakan sekretaris DPC JPKP Kecamatan Sanrobone mengungkapkan bahwa Aksi ini adalah aksi kekesalan dan keresahan warga desa ujung baji karena sudah sekian kali kegiatan tersebut di protes melalui unjuk rasa, namu pihak pemerintah juga aparat kepolisian seakan tidak mendengarkan keluhan keluhan dan pengaduan tersebut. Jelas hasanuddin.

“ Dalam aksi ini aparat kepolisian yakni  bapak Novi dari polres takalar selaku tipiter mencoba berkomunikasi dengan pengunjuk rasa namun warga tidak mendapatkan solusi yang jelas.” Tambah Hasanuddin.

“ Dengan ketidak percayaan warga terhadap pemerintah desa sehingga  masyarakat pun menuntut agar kepala desa turun dari jabatannya karena mereka menganggap pemerintah desa tidak tegas dan tidak lagi mementingkan masyarakatnya.” Ungkap seorang warga pengunjuk rasa.

Masyarakat juga mengungkap bahwa sejak berjalannya tambang tersebut kami selaku masyarakat sangat dirugikan akibat jalan rusak parah dan kekhawatiran kami terhadap keselamatan warga dan anak sekolah saat berkendara karena banyaknya truk yg lalu lalang. Dampak yang di kahwatirkan juga adalah beroperasinya tambang di dekat pesisir Pantai Dusun Galumbaya dan Dusun Makkio Baji. (Laporan: Kontar)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*