DISKUSI DILUAR KELAS: GAYA BELAJAR SANTRI MAN PK MAKASSAR SULAWESI SELATAN.

MHP. Makassar. Santri merupakan aset Bangsa Indonesia yg telah memberikan kontribusi reel terhadap berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia sehingga tidak keliru kalau Presiden RI Joko Widodo telah melegitimasi  bahwa tanggal 22 Oktober adalah hari santri Nasional. Tentu ini merupakan apresiasi dan semangat terhadap santri indonesia baik yang alumni terlebih lagi yg sementara belajar di pondok pesantren.

Indonesia layak digelar sebagai negara santri karena mulai dari pelosok desa hingga dipusat kota telah berdiri banyak pondok pesantren Salasatunya adalah di Ponpes MAN PK  makassar Sulawesi selatan alamat JL. Perintis Kemerdekaan KM 15 Daya Makassar.

Ponpes ini dipimpin oleh DR. H. Abd. Rahim, A.M.Hi dan salasatu gurunya BURHANUDDIN, S.Ag.,M.FIL.I.  . Mempublikasikan melalui akun facebook Burhanuddin Bur. ” proses Belajar dan diskusi santri dialam trbuka mewujudkan nuansa baru dan kedamaian krn suasananya lebih segar dan sejuk bahkan para santri terlihat lebih fokus dan lebih aktif berdiskusi dengan teman kelompoknya. Ungkap. Ust. Burhanuddin.

Afifah Ali. Seorang siswi mengungkapkan  bahawa, “Belajar dialam terbuka lebih enak dibandingkan diruangan kelas. Kami lebih mudah memahami pelajaran. Lagian rasanya lebih santai, segar dan bersahabat dengan alam. Aku Afifah.

Pembina pondok Pesantren MAN PK Makassar. Burhanuddin, S.Ag.M.Fil.i mengakui bahwa “ Itu metode saya pribadi agar anak2 tidak jenuh diruangan kelas.Anak2 kalau belajar di luar atau di alam setidaknya arah pandang lebih luas. Udara segar alami dan suasananya lebih rileks.”.(Selasa: 31-10-2017)

Tentu ini merupakan motivasi bagi kita semua bahwa pesantren, menjadi santri adalah jalan satu-satunya agar menjadi insan yang milenial, pribadi dan watak berkarakter serta bermoral sebagaimana generasi yang qur’ani dan berperadaban. (laporan : Muh. Anas)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*