LAGI-LAGI TAMBANG UJUNG BAJI DI PROTES: MASYARAKAT BUBUHKAN TANDA TANGAN PENOLAKAN & TEMBUSKAN SURAT KE KAPOLDA.

MHP. Takalar. Perseteruan masyarakat Desa Ujung baji, Kecamatan Sanrobone, kab. Takalar dengan pihak penambang yang sudah berbulan-bulan tanpa penyelesaian. Apalagi pihak Kepala desa yang seakan lempar tanggung jawab, akhirnya dengan tegas mengambil sikap membubuhkan tanda tangan penolakan dan mengirim surat kepada Dinas kebersihan dan lingkungan hidup Kab. Takalar.(Kamis:04-05-2018).

Surat tersebut meminta kepada Dinas tersebut untuk segera menutup dan menghentikan aktivitas penambangan dan segera mengeluarkan eksavator dari lokasi. Dengan alasan kegiatan penambangan akan berdampak pada pengrusakan lingkungan apalagi lokasinya tidak jauh dari garis pantai sehingga akan menghasilkan abrasi yang dahsyat beberapa tahun kedepan..

Terkikis nya kesabaran warga dengan mengirim surat kepada dinas kebersihan dan lingkungan hidup yang di tembuskan kepada dinas lingkungan hidup sulsel, bupati Takalar, ketua DPRD Takalar, camat Sanrobone, kepala desa Ujung baji, Kapolda Sulsel, Kapolres Takalar, Kapolsek Mapsu, koramil Mapsu, Walhi Sulse, TIME, Formasi Negara di Galesong, Koalisi Perempuan Indonesia, JPKP Sulsel, Pembaharuanpost online,rakyat Sulsel, serta fajar omnline. Adalah bentuk dari puncak ketidak sabaran warga menghadapi kenyataan yang ada di lapangan.

Sekedar untuk di ingat bahwa kasus penambangan pasir di Desa Ujung baji suda berulangkali di protes oleh warga dengan melakukan aksi demonstrasi. Mamun kuat dugaan ada orang kuat dibalik aksi penambangan tersebut yang terkesan kebal hukum.

Olehnya itu sangat diharapkan kepada pihak yang berwajib untuk mendengarkan keluhan para warga sebelum terjadi hal yang tidak di kehendaki. Dan kalau memang aksi tersebut melanggar aturan hukum seyogyanya di ambil tindakan tegas untuk menghentikannya. (Red)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*