MASYARAKAT TAKALAR RESAH, GAS ELPIJI TIDAK DI TEMUKAN. DIHARAP PEMERINTAH SEGERA LAKUKAN OPERASI PASAR.

MHP. Takalar. Sepekan belakangan masyarakat Takalar, khususnya yang bedomisili di Kecamatan Mappakasunggu di resahkan oleh melambungnya harga gas elpiji di pasaran. Yaitu kisaran 16 ribu hingga 25 ribu Rupiah. Spekulasi harga yang sudah tidak terkontrol tersebut membuat masyarakat saling bertanya tentang patokan harga pasaran yang sebernarnya dari pemerintah. Dan yang sangat menyedihkan adalah sejak hari kemarin gas elpiji sudah susah ditemukan alias tidak ada lagi di pasaran.

Hal ini di perparah lantaran pihak pemerintah dalam hal ini instansi terkait seakan tidak perduli dengan keresahan masyarakat dengan melonjoknya harga kebutuhan vital masyarakat kurang mampu tersebut. Sehingga sangat di sayangkan ketika pihak pemerintah seakan lepas tangan dan tidak sigap mengontrol harga pasaran setiap saat. Karena bukankah pemerintah sendiri yang mengarahkan masyarakat untuk meninggalkan bahan bakar minyak menuju gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurut Daeng Nompo warga Takalar lama. Seharusnya pihak pemerintah selalu terjun ke lapangan mengontrol keberadaan gas elpiji tersebut, sehingga pihak distributor dan bahkan penjual bisa di berikan arahan tentang harga standar maksimal untuk tabung gas ukuran 3 kilo gram yang menjadi standar untuk ukuran masyarakat kurang mampu. Apa lagi sekarang masyarakat susah susah susah mendapatkannya lagi.  Keluhnya setelah mengunjungi beberapa penjual tabung gas.

Dari kenyataan ini sangat di harapkan kepada pemerintah Kab. Takalar dalam hal ini Dinas terkait untuk segera tanggap dan merespon kebutuhan masyarakat, setidaknya mengambil langkah operasi pasar. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. (Red)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*