MERASA DI TIPU: UANG PANAI 30 JUTA & MAHAR SEPETAK TANAH DI TUNTUT UNTUK DI KEMBALIKAN.

MHP. Takalar- Pernikahan berkedok penipuan terjadi di Pangembang Kelurahan Panrannuangku Kec. Polut, Takalar. Sulsel.pasangan orang tua Sudirman yaitu Daeng Nambang dan Daeng Sugi  merasa di rugikan dengan uang panai, sebesar 30 Juta serta mahar sebidang tanah kering.

Kronologi kejadiannya.tepat pada tanggal 20 Mei 2017 lalu. Daeng Nambang dan Daeng Sugi warga  Mattoangin Desa Lassang, Kec. Polut, Takalar. mengawinkan anak laki-lakinya beranama Sudirman, dengan seorang permpuan bernama Dilla yang merupakan putri dari pasangan, Daeng Nanga dan  Daeng Bone yang beralamat di Kelurahan Panrannuangku Kec. Polut, Takalar.

Hanya berangsung Sepuluh hari sejak pesta pernikahan Sudirman dengan Dilla. Tanpa alasan Dilla kabur dan meninggalkan suaminya dengan dalih alasan sudah tidak ada kecocokan dan tidak mau lagi kembali rujuk dengan suaminya.

Dan yang memperparah masalah ini lanyaran kedua orang tua Dilla juga mendukung penuh sikap Anak perempuannya tersebut. Dan bahkan mengusir dengan perkataan kasar, ketikan niat baik kedua orang tua Sudirman mendatangi orang tua Dilla.di kediamannya di Kelurahan Panrannuangku.

Merasa tertipu dengan kasus pernikahan anaknya tersebut. Maka orang tua Surirman berencana akan memperkarakan masalah ini kepada penyidik polres Takalar. Dengan alasan perkawinan berkedok penipuan. Dengan tuntutan mengembalikan uang jemputan (Panai’) yang sebesar 30 Juta dan mahar sebidang tanah kering tersebut.

“ kalo orang tua pihak perempuan tidak mengembalikan uang panai’ sebesar Tiga puluh juta, dan mahar tanah yang saya berikan. Maka saya akan melaporkannya ke pihak kepolisian. Karena seya benar-benar merasa tertipu dari pernikahan anak saya ini.” Ungkap Daeng Sugi. Ibu dari Sudirman sang pengantin  laki-laki. Ketika melaporkan hal ini kepada Kepala Desa Lassang (Kamis malam: 26-10-2017). /Laporan :Jupe.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*